RELATIONSHIP · STORY

Aku Marah Bukan karena Benci, Tapi Karena Sikapmu

Foto: copyright DePhotology Kukuh Digital Studio

Menjalin hubungan dengan pria yang belum dewasa kadang memang bikin makan ati. Apalagi jika sikapnya masih kekanak-kanakan seperti anak kecil, wah rasanya jadi ingin marah dan melampiaskan semua emosi padanya saja.  Seperti dilasir dari Vemale.com

Menghadapi dia yang kadang masih seperti anak kecil memang perlu trik tersendiri. Sabar saja tak cukup. Perlu ada ketegasan juga di dalamnya. Bagaimana pun saat menjalin hubungan kita pasti ingin pasangan kita jadi sosok yang melindungi dan melengkapi hidup kita bukan malah yang memberi beban dan membuat kita makin menderita, ya nggak sih?

Sabar Itu Nggak Mudah, Tapi Kamu Bisa Tetap Menunjukkan Perhatian Kan?
Kalau memang kamu sungguh sayang dan cinta padanya, kamu perlu menunjukkan perhatianmu. Bersabar memang tak mudah, apalagi kalau sikap kekanak-kanakannya makin menjadi, duh rasanya ingin segera menenggelamkannya ke laut.

“Why is patience so important?”
“Because it makes us pay attention.”
― Paulo Coelho

Yang perlu kamu lakukan adalah memberinya perhatian. Tapi bukan menuruti semua permintaannya, ya. Kamu juga perlu memberitahunya apa yang kamu rasakan. Tak apa untuk bersikap terbuka dan menjelaskan kalau kamu tak suka dengan sikapnya yang masih seperti anak kecil. Kalau disampaikan dengan baik-baik, dia juga pasti bisa memahami.

Selami Perasaannya
Pasti ada sebab dari semua sikap, tingkah, dan perilakunya. Mungkinkah dia baru saja ada masalah sehingga sifatnya jadi gampang tersinggung dan maunya serba dituruti? Atau dia sedang mencoba menyembunyikan masalah dengan sikap kekanak-kanakan yang ditampilkannya? Kamu perlu mencoba untuk menyelami perasaannya dan menggali isi hatinya agar kamu tahu langkah apa yang harus kamu pilih selanjutnya.

Beri Ia Kesempatan untuk Memahami Perasaanmu
Tak hanya kamu yang perlu memahami perasaannya, dia juga perlu diberi ruang untuk bisa memahami perasaanmu. Beri ia waktu untuk memahamimu. Sifatnya yang belum dewasa itu bagaimana pun tak bisa terus dibiarkan begitu saja. Dia juga perlu belajar dan berempati.

“Trying to understand is like straining through muddy water.

Have the patience to wait! Be still and allow the mud to settle.”
― Lao Tzu, Tao Te Ching

Punya pasangan yang sifatnya kadang seperti anak kecil memang bisa bikin jengkel. Tapi mungkin sifat itu ia perlihatkan karena ia membutuhkan perhatian lebih darimu. Kamu bisa marah dan sebal padanya, tapi kalau kamu tulus mencintainya jangan sampai kamu membencinya.

Sebuah hubungan seharusnya menjadikan tiap pasangan bisa sama-sama belajar saling mendewasakan satu sama lain. Saling mengingatkan kalau ada yang salah. Meminta maaf saat memang terbukti bersalah. Dan selalu berterima kasih atas setiap momen yang berhasil dilewati bersama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s